Senin, 27 Agustus 2007
Andaikan...
Diantara gelap,
yang sempurna mendampingi siang,
dimana keduanya menjadi bagian dari hari,
setetes embun berbaur pada waktu.
Sebuah cermin tua tersandar begitu apik,
menjawab semua tentang tanya.
Aku takut cermin itu retak,
dan aku tak mau ada yang terluka karnanya.
Andaikan aku bisa memilih,
aku tak mau menjadi rokok,
yang habis hanya untuk menyenangkan hati dalam kepalsuan,
tapi...
aku ingin...
menjadi sebuah lilin yang habis
karna menjadi penerang dalam kegelapan.
Dan andaikan aku bisa melihat Tuhan,
kan kuceritakan semua tentang hidup
lalu kan kutanyakan semua pertanyaan
yang selalu kuutarakan pada sang hati.
Tapi ketika sudah tak ada lagi yang bisa dipilih,
maka semua kan diakhiri dengan penyesalan...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar