Rabu, 22 Agustus 2007

Kemana sang mentari....?



Aku bersandar pada sebuah kursi kayu,
kupandangi sang langit,
yang seolah redup dengan tangisan.
Kemana sang mentari ?
sinarnya seakan tenggelam,
dalam keraguan yang tak berbatas.
Aku tergolek membayangkan asa dunia,
yang begitu rakus dan serakah.
Aku tak mau jalan kebingungan menjadi hidupku,
kuingin sang mentari bersinar tegas,
tunjukkan pada semua kesombongan,
bahwa sinarmu itu hidup,
teriakkan pada semua kejaiman,
bahwa kesejatian itu tak bersyarat.
Seribu pecahan kecemasan,
kan terhempas dalam ketulusan,
karna ketulusan dan cinta tak pernah menuntut.
Hanya cukup dengan senyum,
semua beban diri dapat terbuai tanpa sisa,
cukup sekali...
dan itu tak sulit...

Tidak ada komentar: