Senin, 10 September 2007
setitik racun
Disini bersama gelap dan dinginnya malam,
aku mencoba menulis lagi,
setelah sekian lama tangan ini diam kaku.
Lamunan menegurku agar tak larut terlalu jauh
dalam ikatan mata,
dimana semua yang nyata
ternyata palsu digaris kejujuran.
aku ngga mau menjadi siapapun diluar sana,
aku mau aku yang tetap begini,
aku yang bodoh karna tak peduli title dibalik nama,
aku yang tersenyum karna masalahku adalah teman,
aku yang tak mau taw apa itu sahabat,
aku yang tak peduli siapapun,
karna...
kamu...
dia....
dan mereka...
adalah duri
dengan setitik racun yang tersenyum.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar