Selasa, 09 Oktober 2007

Karna senyum



Aku terbius dalam tidur yang tak kuinginkan,
dan ketika kuterbangun membuka mataku,
seorang wanita berpakaian serba putih
tlah berdiri didekatku sambil mengelus kepalaku.
Tanyanya tentang perasaanku,
membuatku merasa tenang dan diperhatikan.
Setitik jarum yang menusuk menarik darahku
tak lagi kurasakan sakit,
ketika melihat senyumnya.
Sekian butir pil dan kapsul
yang mau tak mau harus kutelan
tak lagi kurasakan pahit mendengar katanya yang bijak.
Walau lemah raga ini kusesali,
tapi hatiku begitu lega menatapnya.
Dan walau perasaanku tentang hidup mulai pudar,
tapi ketulusannya membuatku menyerah
pada semua keegoisanku.
Aku senang,,,
karna lemahku itu dapat terbuai,
karna senyum...
Cukup...
itu saja...

2 komentar:

Anonim mengatakan...

benar2 puisi yang indah....
tingkatkan terus kreativitas
dan teruslah berkarya....

A . A Made Pujiari mengatakan...

trimakasi uda baca2 tulisan saya...
tulisan2 bodoh yg bwt saya ngga pantas disebut puisi...itu cuma keisengan ajha..hehehehe