Jumat, 24 April 2009

waktu sehari

Tuhan ngasi kita satu hari untuk mengenal diri sendiri,
ada sehari untuk tidak bekerja,
maka diamlah.
ada sehari untuk merenung,
maka belajarlah.
ada sehari untuk melihat langit dengan sinar cantiknya,
maka bersyukurlah.
sehari untuk hati kita, sebelum semua hilang,
sebelum yang mampu digenggam terlepas,
sebelum napas berhenti,
dan sebelum semua yang kita punya
hilang dan pergi.....
nikmatilah karna semua milik-Nya.

waktu untuk kita

harusnya ......
kita bisa bersyukur karna masih diberi waktu.
diberi waktu untuk bisa belajar,
untuk mengenal diri sendiri,
untuk memperbaiki semuanya,
diberi waktu untuk mencari dan berbuat yang terbaik.
karena.....
ketika waktu itu tidak ada lagi untuk kita,
jangan salahkan Tuhan

Berakhir pada-Nya

Adakah hati itu benar menungguku?
adakah ketulusan dan kesetiaan itu akan menghampiriku?
menyapa lalu mendekapku erat?
semua memang tidak bisa dipastikan,
aku hanya punya keiklasan,
tapi aku pasti akan belajar untuk tegar.
belajar mengerti bahwa ....
kegagalan adalah pembelajaran,
dan memahami bahwa....
semua akan berakhir pada-Nya.

kesetiaan sejati

Kesetiaan sejati.....
ketulusan abadi....
adakah langkah itu akan terhenti bersamaku,
berjalan iklas menjalani hidup?
adakah kejujuran abadi itu akan muncul
diantara keputusasaanku??
membalut lukaku yang perih
dan menjagaku.....
hingga aku mampu berdiri tegar lagi.
aku lelah....
aku rindu senyuman.....
karna sampai mata ini terjaga pun,
kesepian itu tak mampu berganti.
semoga bekal keiklasanku tidak luntur diantara waktu.

Kamis, 02 April 2009

sosok itu

sosok itu mungkin sudah hilang,
dan aku ngga taw
apa akan aku temukan sosok sejati terbaik.
semua memang tidak sempurna.....
aku sadar itu,
karena aku juga hanyalah
setitik debu diantara pasir jalanan......
begitu kecil, kotor dan bgt mudah terbang terhempas angin.
mungkin aku memang rapuh,
labil dan sangat lemah.
tapi aku berusaha agar tidak menyusahkan-Nya.

Sabtu, 21 Maret 2009

Cerita sang "Pendiam"

kelelahanku muncul lagi.....
ada satu sisi yang hilang, tapi disisi lain
aku menemukan kembali rasa syukur itu,
syukur dengan keiklasan atas semua yang ada padaku.....
saat kebingungan itu muncul lagi menggangguku,
aku mengingat lagi tulisan pada sebuah buku yg pernah aku baca...
dimana isinya mengajarkan agar kita tidak terlalu banyak meminta kepada-Nya,
karena Dia pun bisa menjadi "sang pendiam" ketika kita begitu banyak mengeluh, merengek,
menangis dan meminta begitu banyak hal pada-Nya.
Ternyata benar, betapa egoisnya kita sebagai manusia,
tidak pernah merasa puas, meminta dan meminta tanpa terbesit sedikitpun rasa syukur itu.
Kita cuma datang pada-Nya disaat mata itu menangis, marah dan sakit.
Ingatan itulah yang seolah menamparku,
mengingatkanku lagi, bahwa kita milik-Nya......
nafas, sehat, senyum, suka, duka.....
semua mampu Dia kendalikan dgn sangat mudah.....
yach.....
mari kita syukuri semua yang terjadi....
kelelahan itu, rasa sakit itu iklaskan dan jalani saja....
sebagai manusia sangat sulit memang.....
tapi akan ada begitu banyak hal baru yang indah ketika
kita jalani semuanya dengan keiklasan dengan penuh rasa syukur....
karena Tuhan selalu adil.......

Sabtu, 07 Maret 2009

semoga

Makin dikejar, dia makin jauh....
mungkin sekarang dia masih menjadi bayangan,
yang selalu ada bersama....
tapi......
semoga waktu membawanya,
menjadi raga nyata
yang mampu memegangku erat.