Jumat, 30 November 2007

Ketulusan sejati




yach.....
aku mulai lelah menikmati langkahku...
menjalani semuanya tapi dengan keterpaksaan..
suasana ini tak lagee kurasakan indah..
semua berubah menjadi kebosanan..
ternyata mereka belajar menjadi apatis
ada yang bercerita tapi hanya dalam wacana...
apa bedanya itu dengan kebohongan???
dia berbohong, aku berbohong, semua berbohong...
jadi kita hidup dalam dunia palsu dengan kebohongan...
kemana kelabilan harus manut??
sikap mana yang harus dipandang tunduk??
ya didiri sendiri...
karna dia cuma seorang angkuh yg menjilat lidah sendiri
mencoba berlindung dibalik kata iklas!!!!
yach cuma terlontar dalam kata,.
tanpa ketulusan sejati...
kesejatian yg tak pernah mengeluh,
yang tak harus bercerita buruk dibelakang yg buruk
yang diam dan tersenyum..
bukan tersenyum tapi berceloteh..




Rabu, 21 November 2007

rasa tak bersyarat



Aku berdiri disini ,
menatap hampa setiap rasa dalam kehidupan.
Ukiran indah itu mengingatkanku
akan asal darah biru ini.
Semua memang diadatkan ,
dan segala sesuatu memang ditetapkan,
tapi aku takut akan ketidaksanggupan.
Aku disini mengingatmu,
walau aku bukanlah mimpi terindahmu.
Aku ingin taw tentangmu dari sang bulan,
hanya cerita dalam hati,
tanpa kata yang bisa terucap.
Hanya senyum keterpaksaan,
karna kecewa tak mampu kuungkap didepanmu,
dan ku lelah harus mencari rasa itu dihatimu,
rasa tak bersyarat.

Sabtu, 17 November 2007

warna hidup yang dibenci



Hari ini mataku basah lagi,
aku jatuh lagi dalam perasaan buram.
Sikap tak peduliku selama ini ikut menyeretku kejurang ragu.
Kakiku melangkah terburu-buru,
tapi sampai tiba ditempatnya aku tak menemukan bunga ceriaku.
Aku diam,dan tanpa sadar wajahku beku sedingin es,
sifat burukku ini yang dibenci.
Beginilah jika darah ditubuhku mulai mengalir tak teratur.
Setelah dua bulan aku merasa bosan lagi,
napas semangatku mulai terhela melambat menuruni lembah resah.
Mungkin ini yang disebut gelap,
bagian dari warna hidup yang dibenci.

Senin, 05 November 2007

mari...



mari tersenyum menyiangi semua kesepian hati
karena keiklasan adalah penyejuk gelapnya akal dunia
ayo bernyanyi melepaskan kesenduan
karena suara lepas itu mengagumkan
yang ada jangan disia-siakan hanya karena keegoisan
mata yang salah jangan dibiarkan menyentuh akal pikiran
apalagi langkah kaki dan jejak-jejak kesucian
biarkan semuanya tertata rapi diatas kain ketulusan
jangan sampai setitik warna itu merusak keindahannya
disini...dikaki pertiwi dengan tahta sang langit
bergembiralah bersama cerianya kesederhanaan
berteriaklah sekuat petir yang membangunkan mimpi burukmu
dan tetaplah berdiri sekokoh tanah pertiwi
yang tlah menopang pijakan tubuhmu