Rabu, 31 Oktober 2007
Aku Bingung....
Desah nafas kesal membuatku bingung.
Kebingungan menjeritkan duka menjadi kegilaan.
Kegilaanku mengalirkan sedikit darah dari ragaku.
Walau tak pernah ada yang pahaminya...
Walau tak pernah ada yang rasakan sedihku...
Walau tak pernah ada yang mengerti air mataku...
Walau tak pernah ada yang tau sayatan tanganku...
Walau tak pernah ada yang lihat keputusasaanku...
Walau tak pernah ada yang mendengar keluhan jiwaku...
Kukan coba tuk terus tersenyum.
Karna dengan darah kan kutulis nasib,
dan dengan senyum kan kucoba tuk tutupi tangisku...
Senin, 15 Oktober 2007
Hanyalah penjilat...
Desir angin semakin menyepikan hatiku,
dalam kerinduan akan nasehat kebijaksanaan.
Diri ini memang belum dewasa,
belum pantas tuk tau
tentang adanya celah kosong dalam cerita hidup.
Kesendirian kan tetap bersahabat pada kesepian yg semu,
Jiwaku terombang-ambing
jalur hidup yang berliku dalam gelapnya malam.
Berusaha mendinginkan nalar hati
yang semakin memanas
oleh keacuhan mereka
para manusia munafik nan egois
yang cuma datang jika perlu,
lalu berlalu begitu saja...
Apa yang kau pikirkan ?
Kau terjawab dari harapan panjang,
yang tlah lama tak bertepi dihatimu.
Satu sekat hati
yang memisahkan mereka
terdiam begitu lelap pada akalmu.
Satu tangan ingin kau pegang
tapi kau resah melepas yang lainnya.
Kini ketika satu pertanyaan
yang tlah lama kau impikan ia ucapkan
hatimu pergi menuntun kebingungan.
Apa yang kau pikirkan...???
Kenapa kau terjerat lagi
dalam kerapuhan hati dengan kebingungan??
Belajarlah menghargai kata-kata
yang tlah kau ucapkan,
karna kata itu begitu berarti...
Selasa, 09 Oktober 2007
Karna senyum
Aku terbius dalam tidur yang tak kuinginkan,
dan ketika kuterbangun membuka mataku,
seorang wanita berpakaian serba putih
tlah berdiri didekatku sambil mengelus kepalaku.
Tanyanya tentang perasaanku,
membuatku merasa tenang dan diperhatikan.
Setitik jarum yang menusuk menarik darahku
tak lagi kurasakan sakit,
ketika melihat senyumnya.
Sekian butir pil dan kapsul
yang mau tak mau harus kutelan
tak lagi kurasakan pahit mendengar katanya yang bijak.
Walau lemah raga ini kusesali,
tapi hatiku begitu lega menatapnya.
Dan walau perasaanku tentang hidup mulai pudar,
tapi ketulusannya membuatku menyerah
pada semua keegoisanku.
Aku senang,,,
karna lemahku itu dapat terbuai,
karna senyum...
Cukup...
itu saja...
Rabu, 03 Oktober 2007
Rahasia sebuah senyuman
Aku tak mau mati,,
hanya karna sebuah keegoisan,,,
dan,,,
aku tak akan pernah pergi,
hanya karna kemunafikan.
aku ingin nafas kejujuran selalu kuhirup,
hingga setiap desahan ini,
kuhela dengan keadilan.
Biarlah tetes airmata ini beku
dalam sudut sepi itu...
dan...
biarlah setiap derainya mengalir,
menjadi rahasia sebuah senyuman.
aku ingin tetap seperti ini...
walau rasa begitu resah,
menatap asa yang melayang bgt tinggi.
Aku ingin tetap ada disini...
membagi semua kisah dan sandiwara kehidupan,,
bersamamu...
dengan sebuah senyuman..
Langganan:
Postingan (Atom)
