Jumat, 31 Agustus 2007

Ayo tersenyumlah...



Aku masi disini,...
melihat senyum dalam mimpi kalian yang terukir kasar.
Aku masi tetap disini,..
mendengar semua gumanan hati putih kalian.
Ayo belajarlah....
karena ilmu itu bukan hantu yang menakutkan.
Tataplah dirimu dalam cermin,
dan katakan bahwa kamu bisa
dan harus bisa slesaikan smuanya.
Lakukanlah yang terbaik,
walau hanya sedikit.
Seperti kata pepatah,
seekor burung ditangan jauh lebih berharga
daripada 2 ekor burung di udara.
Memang semuanya sulit dan tak semudah kuberkata,
tapi semua buat kalian, bukan orang lain.
Kenapa harus mengeluh dan kecewa
kalau semua kan terukir dengan nama kalian.
Ayo tersenyumlah,,,,
menyerah itu PENGECUT...
Lakukanlah hari ini...
karna esok masi pudar...
 

Pergi saja...



Berlalulah dari mimpi dan khayalku.
Menepilah dari bahasa-bahasaku
yg tlah terkunci kebencian.
Pergi saja...
tinggalkan saja...
dan biarkan aku seperti ini.
Percuma semua hadirmu...
karena kau selalu jauh dan tetap jauh.
Terlalu lama aku menunggumu,
dan tetap aku tak bisa menyentuhmu.
Kenangan itu tak kan terhapus,
karna kau kan tetap menjadi bunga tidurku.
Sudahi saja semua ini dari rona hatimu,
dalam batas-batas kerinduan.
Aku yang jauh tetap tersenyum menggoreskan parasmu
dalam syair-syairku,
Seperti halnya hatiku
yang kan tetap setia menunggu kabarmu disana...

Selasa, 28 Agustus 2007

Bercadar pada kebohongan...

Aku memujamu...
tapi aku tak bisa menjadi seperti inginmu,
Aku tahu kau sembunyikan satu hati dibelakngku,
tapi aku tak akan marah,
karna aku kan tetap seperti ini,
Jika kau putuskan semua karna yang lain,
aku rela dan pasti kurelakan,
tapi jangan kau bercadar pada kebohongan,
jujurlah dan ceritakan semuanya,
maka kan kulapangkan hatiku.
Jika dengannya kau bisa tersenyum lebih manis,
aku rela dan sungguh rela,
karna itu cukup menenangkanku.
Pergilah...
lepaskan tanganku...
dan cepat raih tangannya...

Senin, 27 Agustus 2007

Menunggu Senyummu.....



Hari ini....
aku mencarimu hingga lelah
Saat ini...
mataku menatap lepas membayangkanmu
adakah kau disini disampingku
mengukirkan kisah diantara kesepian
akankah kau disini mendewasakanku
membantuku melepaskan belenggu
yang melilit kencang
sudahkah butir bening
yang menetes dari mataku kau hapus
Malam ini...
lembar lusuh itu sudah kubuka untukmu
goreskanlah kata terindahmu untukku
lalu bakarlah diatas ukiran namaku
Aku akan tetap tersenyum
karna kau adalah jiwaku
Betapa aku tak berarti tanpamu
dan sungguh bahagiaku karnamu
Ditempat ini aku kan selalu
menunggu senyummu....
mengingat parasmu...
dan memimpikanmu dalam tidurku


Andaikan...



Diantara gelap,
yang sempurna mendampingi siang,
dimana keduanya menjadi bagian dari hari,
setetes embun berbaur pada waktu.
Sebuah cermin tua tersandar begitu apik,
menjawab semua tentang tanya.
Aku takut cermin itu retak,
dan aku tak mau ada yang terluka karnanya.
Andaikan aku bisa memilih,
aku tak mau menjadi rokok,
yang habis hanya untuk menyenangkan hati dalam kepalsuan,
tapi...
aku ingin...
menjadi sebuah lilin yang habis
karna menjadi penerang dalam kegelapan.
Dan andaikan aku bisa melihat Tuhan,
kan kuceritakan semua tentang hidup
lalu kan kutanyakan semua pertanyaan
yang selalu kuutarakan pada sang hati.
Tapi ketika sudah tak ada lagi yang bisa dipilih,
maka semua kan diakhiri dengan penyesalan...



Sabtu, 25 Agustus 2007

Bayanganku......



Mungkin hanya dalam diam
aku dapat mendengar candamu,
hanya dalam khayalan,
aku puas menikmati parasmu
dan mungkin hanya dalam mimpi
kau datang mengecupku.
aku tak mau bertanya kenapa,
karna terlalu banyak kenapa
yang tak ada jawaban didunia ini.
Beribu hari aku menunggumu,
menantimu datang memelukku
memegang erat tanganku,
tapi sampai akhir rasa ini
dan hingga hilang inginku
kau tak mampu kupastikan
semua yang tlah terlihat
tak tertatap kini.
hadirmu tak mampu kurasakan lagi
dan tetap sampai kini,
aku tak bisa menyentuhmu
tak kan dapat merasakan hangatmu
karna kau hanyalah bayanganku.


Jumat, 24 Agustus 2007

sedikit kejenuhanku....



semua hilang saat tangan ini rindu belaian waktu.
aku sendiri disudut ruangan
tanpa ada sosok matapun yang bertanya.
diantara sedikit kejenuhan apalagi
yang mampu kulakukan selain menulis.
satu kata menjadi kalimat,
dan kalimat terus menerus bercerita
tanpa taw sampai mana akhirnya.
aku mulai merindukannya,
mengingat tanpa taw dia dimana.
owh apa yang aku cari selama ini?
apa yang aku dapetin selama waktu melangkah cepat.
ada yang datang membawa bunga,
tapi bunga itu sedikit tak harum kucium.
aku tak begitu tertarik memetiknya,
apalagi berada dekat mencium aromanya.
hahhhh.....
sambil menulis kebosanan,
aku mengikuti sinetron kesukaanku,
ternyata aku udah ketinggalan ceritanya begitu lama.
tapi ya sudah, itu cukup mampu menyingkirkan
sedikit kejenuhanku....


Kamis, 23 Agustus 2007

Puncak keputusasaanku...



Malam ini aku tak tau apa yang harus kutulis,
Rasanya ingin kulepaskan semua ikatan itu.
Kini kurasakan langkahku tertatih menuju kehancuran.
Sepertinya ini puncak keputusasaanku...
ini puncak kebosananku...
Dulu kesabaranku laksana selimut hangat,
tapi hari ini ia menjadi bebanku...
Beban yang begitu berat
dan rasanya aku tak sanggup lagi mengangkatnya.
Dulu hatiku selalu mengajariku tentang hidup,
tapi hari ini aku bahkan tak mengenal diriku,
Aku terlalu larut dalam mimpi-mimpiku,
mimpi-mimpi bodoh
yang hanya permainkan keterbatasanku sbg seorang manusia.
Selama ini aku lupa kalau jalan itu kulalui dengan mata tertutup.
Sampai-sampai aku juga lupa
kalau sepanjang apapun jln itu pasti ada batasnya.
Batas dimana ditempat itu
kan menjadi peristirahatanku dari perjalanan yang bgt jauh,
dan tempat pelepasan dari kelelahan jiwaku selama ini...

Rabu, 22 Agustus 2007

Kemana sang mentari....?



Aku bersandar pada sebuah kursi kayu,
kupandangi sang langit,
yang seolah redup dengan tangisan.
Kemana sang mentari ?
sinarnya seakan tenggelam,
dalam keraguan yang tak berbatas.
Aku tergolek membayangkan asa dunia,
yang begitu rakus dan serakah.
Aku tak mau jalan kebingungan menjadi hidupku,
kuingin sang mentari bersinar tegas,
tunjukkan pada semua kesombongan,
bahwa sinarmu itu hidup,
teriakkan pada semua kejaiman,
bahwa kesejatian itu tak bersyarat.
Seribu pecahan kecemasan,
kan terhempas dalam ketulusan,
karna ketulusan dan cinta tak pernah menuntut.
Hanya cukup dengan senyum,
semua beban diri dapat terbuai tanpa sisa,
cukup sekali...
dan itu tak sulit...

jangan!!!



jangan pernah berteriak lelah pada kebosanan,
karna teriakan itu tak kan pernah bergema dlm ruangnya,,,!!
jangan pernah buang waktumu pada rasa itu
jika kau masi ingin tersenyum bersamanya,..!!!
hatimu juga selalu bertutur diantara kebingungan langkah,
maka jangan pernah sanggup untuk mengkhianatinya,.!!!
yang berbayang dalam asa memang begitu indah,
tapi jangan terus terpaku padanya,
jika langkahmu ingin terus kau ceriakan...!!!
buang jauh semua yang tak berguna dan tak pernah kau gunakan,
agar tak ada lagi kesia-siaan...!!!
bertahanlah,..
karena waktumu masi bgt sangat panjang
untuk menemaninya berbagi...!!


Senin, 20 Agustus 2007

Desah kegundahan

Aku terjebak dalam sebuah rasa,
yang aku sendiri tak pernah memahaminya.
Ketika aku lupa akan arti diriku bagi mereka,
hati ini teriris menangis menahan rasa bersalah...
saat jiwa ini didewasakan oleh rasa,aku ingin semuanya kembali,
andai...
kata yang keluar bisa dibakar dalam sebuah perapian waktu
kan kusulutkan api maafku,
tapi...
keegoisan tlah merenggut niatku itu,
aku hanya bisa diam, dalam desah kegundahan,
yang tak pernah bisa kuhela,
aku tertunduk,
ketika aku tahu itu menyakitkan...
tapi biarlah sang waktu yang menikmati semua ini.

Minggu, 19 Agustus 2007

Labuhkan perih hatimu,,,



Dengarlah dengar,,,
bisikan rasa pada ragamu dalam khayalku.
Hanya nafasmu yang kudengar lirih.
Kau buka rahasia tidurmu dalam mimpi bicara.
Malam sematkan rahasianya,
ternyata kau bercinta dibelakangku.
Maka,,,
menepilah cinta saat tak ingin kudekati.
Jangan kau ratapi semua,,
keringkan air matamu,,,
dan labuhkan perih hatimu,,,
Sudah,,,
Cukup kawan,,,,
jangan kau tangisi lagi hidupmu,
kuatkan langkah kakimu
untuk mengejar asamu.
Memang tak kan semudah bicara
dan tak kan semudah kuberkata.
Dan kini kuingin tidurmu tersenyum.
mungkin uluran tanganku ini
tak kan pernah menutupi hancurnya hatimu.
Saat ia meninggalkan dirimu,
dan hanya jejak khayal yang ditinggalkan.
Namun,,
yakinlah kawan,,,
bahwa esok hari semua kan berganti lebih baik,,,





Sabtu, 18 Agustus 2007

Poros kekesalan



Aku tahu,,,
hidup ini slalu berputar bgt teratur,
dan aku paham,,,
pijakanku tak akan pernah sama,,,
tapi,,,
hari ini kesabaranku lenyap entah kemana,,,
sepertinya,,,
hidupku berputar berbalik arah,,
dan aku,,,
berada pada poros kekesalan.
Ketika aku diam,,
dalam sebuah kesendirian.
semua menghujatku bisu dlm kemunafikan.
dengarlah tangisan ini,,,
yang terberai,,
karna semua tlah pergi tinggalkan kerinduan.
dan,,,
tataplah mata ini,,
yang seolah tertutup
menyambut kegilaan seorang anak manusia,
dalam sebuah syair kegalauan,
yang dikirim dalam kata ini,,,,

Biarkan dirimu tetap begitu,,,



Hanya karna sebait kata kau menangis,
dan,,,,
hanya sebuah perasaan membuatmu terisak.
Harusnya kau tegar dan tersenyum,
karna tenggelam dalam arus kesedihan
tak kan menghapus kegalauannmu.
aku tak mau melihat air mata itu menetes,
dan biarkan dirimu tetap begitu.
Berbaringlah cepat,
karna malam kan segera menjemput pagi,
Ayo terlelaplah dalam rasa itu,
dengan sebait syair
yang kutitipkan bersama angin.
Selamat tidur,,,
tamatkan keterjagaanmu,
dan,,,
cepat raih khayalmu,
dalam senyum yang termimpi...

Kamis, 16 Agustus 2007

Bukan begitu....



Inilah yang tak pernah aku sukai
Kau yang sangat aku hargai
ternyata juga munafik.
Kamu seolah lupa bagaimana
caranya menghargai
Segalanya tak pernah disyukuri.
Kadang ada keegoisan
yang begitu dalam dimatamu,
Aku tahu kesempurnaan
hanya milik Tuhan.
Tapi bukan berarti
tak ada rasa bersalah
diantara langkahmu.
Mungkin sekarang,
senyum dan tawa itu milikmu,
Tapi jangan lupa jika
masi ada sang adil yang kan datang.
Kenapa kau tak pernah
belajar menjadi mereka?
Semua yang ada tak mampu kau jaga,
Kau kira dunia ini milikmu
yang bisa kau atur semaumu
Bukan...bukan begitu,
Masi ada Sang Agung
pemilik semuanya,
Bahkan nafasmupun ada karnanya.



Selasa, 14 Agustus 2007

aku kagum


Jari itu begitu menawan memetik dawai gitarnya,
aku kagum......
dawai itu bernyanyi bersama tarian lentik jemarinya,
dan aku tertegun...
ketika nadanya berbisik mesra ditelingaku.
petikannya sungguh memelukku erat dan hangat,
memanjakan imajinasiku dengan senyuman nan menawan.
sepertinya aku ingin tertidur saja,
menikmati cerita-cerita lewat kembang nada harumnya.
satu rasa tlah tercipta bersama kekagumanku yang semu,
dan aku terlarut begitu jauh seakan waktu terhenti diam.
ini penawar lelahku serta semua kebosananku hari ini.
sakit dibadanku yang mengganggu seakan takut mendengarnya,
begitu juga si kantuk yang tlah berusaha keras memikat mataku.
smuanya tak penting lagi,
karna jiwaku tlah terbang jauh bersama nada-nada merdunya.
aku seakan berdiri diantara keindahan tak terbatas,
dimana rasanya tak mampu kugoreskan disini,
apalagi berbagi cerita bersama waktu.


Sabtu, 11 Agustus 2007

tak mau peduli


aku berteriak dalam kebingungan,
tp semuanya bungkam dengan kebisuan tanpa asal...
walau letih,aku tetap menjadikan malam
sebagai ibu yang kan menidurkanku dalam dekap hangatnya..
disini aku mencoba tuk bermimpi lagi,..
meredam yang tak mampu tergapai dengan khayalan..
betapa indah mimpi itu,..
menjanjikan dunia baru laksana surga bagi penikmatnya.,,
biarkan saja mereka berceloteh semaunya disana,..
aku tak perduli...
karna kata2 mereka hanyalah ambisi dan kemunafikan...
biarkan saja sampai mereka bosan sendiri,,..
karna aku tak mau peduli..


Senin, 06 Agustus 2007

Coretan seragam putih abu ...



Membelai lembut dalam kepedihan.
Menghapus air mata
dengan coretan -coretan pada seragam putihmu.
Mencoba tuk terus tegar,
walau airmata ingin menetes.
Memang kita hanya teman,
bukan sahabat
karna diantara kita masih banyak rahasia dan kemunafikan.
Tapi sebelum kau melupakannya lebih jauh,
coba pejamkan matamu...
Ingatlah apa yang tlah kau lakukan bersama...
ingatlah saat kau berbagi tawa dan canda...
Sadarkah kau bahwa tlah banyak kisah yang kalian ukir...
Kadang teman memang tak berarti...
kadang mereka hanya figuran dalam kisah kita...
saat kita bersama mereka, kita tak peduli
kita tak hiraukan mereka...
kita rajakan kegoisan...
Tapi ketika mereka pergi,
ketika kita tak bersama lagi,
kau kan rindukan kehadiran mereka,
hati dan ragamu kan merasa begitu kehilangan,
maka hanya kenangan yang kan terbayang,
dan hanya coretan serangam putihmu yang tertinggal...



MG-01




MG-01 tlah turun dari langit kebingungan
tapi hatinya melangkah jauh bersama keegoisan
Lidah tak bertulang seakan menari indah
menghiasi ucapan bibir
yang hanya akan menjadi wacana belaka
Usurnya umur 13 remaja rapuh
tak juga mampu merangkul hati dalam keakraban
Betapa indah rasanya jika diantara kita
hanya ada satu kata kejujuran
walau raga tak mampu bertemu dalam nyata
semua tetap terlelap dengan lusuhnya arti teman
dan tak juga terbangun dengan kicauan kebersamaan
semoga MG-01 tak hanya hidup sebatas nama