Jumat, 30 November 2007
Ketulusan sejati
yach.....
aku mulai lelah menikmati langkahku...
menjalani semuanya tapi dengan keterpaksaan..
suasana ini tak lagee kurasakan indah..
semua berubah menjadi kebosanan..
ternyata mereka belajar menjadi apatis
ada yang bercerita tapi hanya dalam wacana...
apa bedanya itu dengan kebohongan???
dia berbohong, aku berbohong, semua berbohong...
jadi kita hidup dalam dunia palsu dengan kebohongan...
kemana kelabilan harus manut??
sikap mana yang harus dipandang tunduk??
ya didiri sendiri...
karna dia cuma seorang angkuh yg menjilat lidah sendiri
mencoba berlindung dibalik kata iklas!!!!
yach cuma terlontar dalam kata,.
tanpa ketulusan sejati...
kesejatian yg tak pernah mengeluh,
yang tak harus bercerita buruk dibelakang yg buruk
yang diam dan tersenyum..
bukan tersenyum tapi berceloteh..
Rabu, 21 November 2007
rasa tak bersyarat
Aku berdiri disini ,
menatap hampa setiap rasa dalam kehidupan.
Ukiran indah itu mengingatkanku
akan asal darah biru ini.
Semua memang diadatkan ,
dan segala sesuatu memang ditetapkan,
tapi aku takut akan ketidaksanggupan.
Aku disini mengingatmu,
walau aku bukanlah mimpi terindahmu.
Aku ingin taw tentangmu dari sang bulan,
hanya cerita dalam hati,
tanpa kata yang bisa terucap.
Hanya senyum keterpaksaan,
karna kecewa tak mampu kuungkap didepanmu,
dan ku lelah harus mencari rasa itu dihatimu,
rasa tak bersyarat.
Sabtu, 17 November 2007
warna hidup yang dibenci
Hari ini mataku basah lagi,
aku jatuh lagi dalam perasaan buram.
Sikap tak peduliku selama ini ikut menyeretku kejurang ragu.
Kakiku melangkah terburu-buru,
tapi sampai tiba ditempatnya aku tak menemukan bunga ceriaku.
Aku diam,dan tanpa sadar wajahku beku sedingin es,
sifat burukku ini yang dibenci.
Beginilah jika darah ditubuhku mulai mengalir tak teratur.
Setelah dua bulan aku merasa bosan lagi,
napas semangatku mulai terhela melambat menuruni lembah resah.
Mungkin ini yang disebut gelap,
bagian dari warna hidup yang dibenci.
Senin, 05 November 2007
mari...
mari tersenyum menyiangi semua kesepian hati
karena keiklasan adalah penyejuk gelapnya akal dunia
ayo bernyanyi melepaskan kesenduan
karena suara lepas itu mengagumkan
yang ada jangan disia-siakan hanya karena keegoisan
mata yang salah jangan dibiarkan menyentuh akal pikiran
apalagi langkah kaki dan jejak-jejak kesucian
biarkan semuanya tertata rapi diatas kain ketulusan
jangan sampai setitik warna itu merusak keindahannya
disini...dikaki pertiwi dengan tahta sang langit
bergembiralah bersama cerianya kesederhanaan
berteriaklah sekuat petir yang membangunkan mimpi burukmu
dan tetaplah berdiri sekokoh tanah pertiwi
yang tlah menopang pijakan tubuhmu
Rabu, 31 Oktober 2007
Aku Bingung....
Desah nafas kesal membuatku bingung.
Kebingungan menjeritkan duka menjadi kegilaan.
Kegilaanku mengalirkan sedikit darah dari ragaku.
Walau tak pernah ada yang pahaminya...
Walau tak pernah ada yang rasakan sedihku...
Walau tak pernah ada yang mengerti air mataku...
Walau tak pernah ada yang tau sayatan tanganku...
Walau tak pernah ada yang lihat keputusasaanku...
Walau tak pernah ada yang mendengar keluhan jiwaku...
Kukan coba tuk terus tersenyum.
Karna dengan darah kan kutulis nasib,
dan dengan senyum kan kucoba tuk tutupi tangisku...
Senin, 15 Oktober 2007
Hanyalah penjilat...
Desir angin semakin menyepikan hatiku,
dalam kerinduan akan nasehat kebijaksanaan.
Diri ini memang belum dewasa,
belum pantas tuk tau
tentang adanya celah kosong dalam cerita hidup.
Kesendirian kan tetap bersahabat pada kesepian yg semu,
Jiwaku terombang-ambing
jalur hidup yang berliku dalam gelapnya malam.
Berusaha mendinginkan nalar hati
yang semakin memanas
oleh keacuhan mereka
para manusia munafik nan egois
yang cuma datang jika perlu,
lalu berlalu begitu saja...
Apa yang kau pikirkan ?
Kau terjawab dari harapan panjang,
yang tlah lama tak bertepi dihatimu.
Satu sekat hati
yang memisahkan mereka
terdiam begitu lelap pada akalmu.
Satu tangan ingin kau pegang
tapi kau resah melepas yang lainnya.
Kini ketika satu pertanyaan
yang tlah lama kau impikan ia ucapkan
hatimu pergi menuntun kebingungan.
Apa yang kau pikirkan...???
Kenapa kau terjerat lagi
dalam kerapuhan hati dengan kebingungan??
Belajarlah menghargai kata-kata
yang tlah kau ucapkan,
karna kata itu begitu berarti...
Selasa, 09 Oktober 2007
Karna senyum
Aku terbius dalam tidur yang tak kuinginkan,
dan ketika kuterbangun membuka mataku,
seorang wanita berpakaian serba putih
tlah berdiri didekatku sambil mengelus kepalaku.
Tanyanya tentang perasaanku,
membuatku merasa tenang dan diperhatikan.
Setitik jarum yang menusuk menarik darahku
tak lagi kurasakan sakit,
ketika melihat senyumnya.
Sekian butir pil dan kapsul
yang mau tak mau harus kutelan
tak lagi kurasakan pahit mendengar katanya yang bijak.
Walau lemah raga ini kusesali,
tapi hatiku begitu lega menatapnya.
Dan walau perasaanku tentang hidup mulai pudar,
tapi ketulusannya membuatku menyerah
pada semua keegoisanku.
Aku senang,,,
karna lemahku itu dapat terbuai,
karna senyum...
Cukup...
itu saja...
Rabu, 03 Oktober 2007
Rahasia sebuah senyuman
Aku tak mau mati,,
hanya karna sebuah keegoisan,,,
dan,,,
aku tak akan pernah pergi,
hanya karna kemunafikan.
aku ingin nafas kejujuran selalu kuhirup,
hingga setiap desahan ini,
kuhela dengan keadilan.
Biarlah tetes airmata ini beku
dalam sudut sepi itu...
dan...
biarlah setiap derainya mengalir,
menjadi rahasia sebuah senyuman.
aku ingin tetap seperti ini...
walau rasa begitu resah,
menatap asa yang melayang bgt tinggi.
Aku ingin tetap ada disini...
membagi semua kisah dan sandiwara kehidupan,,
bersamamu...
dengan sebuah senyuman..
Senin, 10 September 2007
setitik racun
Disini bersama gelap dan dinginnya malam,
aku mencoba menulis lagi,
setelah sekian lama tangan ini diam kaku.
Lamunan menegurku agar tak larut terlalu jauh
dalam ikatan mata,
dimana semua yang nyata
ternyata palsu digaris kejujuran.
aku ngga mau menjadi siapapun diluar sana,
aku mau aku yang tetap begini,
aku yang bodoh karna tak peduli title dibalik nama,
aku yang tersenyum karna masalahku adalah teman,
aku yang tak mau taw apa itu sahabat,
aku yang tak peduli siapapun,
karna...
kamu...
dia....
dan mereka...
adalah duri
dengan setitik racun yang tersenyum.
Sabtu, 08 September 2007
Kadang...
Kadang mimpi harus dilupakan,
entah itu karna ketidaksanggupan,
atau memang karna lekuk mungilnya garis tangan.
Diam bukan berarti tak ingin.
Kadang ada kalanya banyak kata yang ingin terucap,
tapi aura kejujuran mjd pertanyaan.
Kadang mata ingin terjaga hingga bulan berpulang,
tapi apa daya tubuh ini tak sanggup lagi
menggeliat dlm sulaman nafsu keremajaan.
Kadang maksud tak bisa terucap,
kadang juga tak bisa dibagi,
tapi airmata yang kan ceritakan kisahnya.
Sadarkah kau bahwa api itu bgt panas ?
Tahukah kau diluar sana begitu dingin ?
Tapi jikapun kau harus pergi,
janganlah lupa kenakan jaketmu.
Kenakan seakan tak kan ada setitik anginpun
yang bisa menyentuh tubuhmu.
Dan jika semua tlah usai,
pulanglah dgn senyum dan candamu...
Minggu, 02 September 2007
Untuk teman dan sahabatku...
Ketika hatiku redup dalam keraguan,
kau menjadi bintang dan bulanku.
Untuk teman dan sahabatku,,,
terima kasih atas waktu
dan rasa tulusmu selama ini.
Kau inspirasi...
dalam syair dan khayalku yang termimpi jauh.
Ketika aku menangis....
kau yang menepuk pundakku
dan membesarkan hatiku.
Saat aku kesepian...
kau datang dengan roman kisahmu yang manis.
Memang sang waktu bukan milik kita,
tapi perpisahan tak kan pernah memutus ikatan kita,
karna hanya teman sejati
yang tak kan pernah menghilang dari hatiku.
Doa dan senyumku...
kan tetap mengiring langkahmu diluar sana...
Sabtu, 01 September 2007
Gelisah...
Malam ini terlalu panjang tuk dapat kuterjemahkan.
Hatimu terlalu kotor tuk dapat kuagungkan.
Kini resahku perlahan mulai merajut airmata,
dan aku sudah berada diujung gelisah.
Jika kau mau tau apa yang kurasakan kini,
tataplah mataku...
Lihatlah bayangan duka yang kau goreskan.
Lihatlah dengan jelas seberapa parah tetesan darahnya.
Seberapa besar luka yang masih menganga.
Apa kau tahu bagaimana rasanya ?
Apa kau mengerti bahasa airmataku ?
Dapatkah kau pahaminya ?
Atau kau hanya menganggapnya angin lalu.
Hanya kesedihan yang dirangkul kebohongan.
Kebohongan yang selalu merajakan kemunafikan,
dan membuat kegelisahan menjadi ratunya.
Jika memang mungkin itu yang kau rasakan,
hanya satu permintaan yang kumohonkan padamu,
Janganlah kau sapa diriku...
Karna jika ingin kuputuskan...
Bukan perpisahan yang kutangisi...
Tapi justru pertemuan yang kusesali...
Jumat, 31 Agustus 2007
Ayo tersenyumlah...
Aku masi disini,...
melihat senyum dalam mimpi kalian yang terukir kasar.
Aku masi tetap disini,..
mendengar semua gumanan hati putih kalian.
Ayo belajarlah....
karena ilmu itu bukan hantu yang menakutkan.
Tataplah dirimu dalam cermin,
dan katakan bahwa kamu bisa
dan harus bisa slesaikan smuanya.
Lakukanlah yang terbaik,
walau hanya sedikit.
Seperti kata pepatah,
seekor burung ditangan jauh lebih berharga
daripada 2 ekor burung di udara.
Memang semuanya sulit dan tak semudah kuberkata,
tapi semua buat kalian, bukan orang lain.
Kenapa harus mengeluh dan kecewa
kalau semua kan terukir dengan nama kalian.
Ayo tersenyumlah,,,,
menyerah itu PENGECUT...
Lakukanlah hari ini...
karna esok masi pudar...
Pergi saja...
Berlalulah dari mimpi dan khayalku.
Menepilah dari bahasa-bahasaku
yg tlah terkunci kebencian.
Pergi saja...
tinggalkan saja...
dan biarkan aku seperti ini.
Percuma semua hadirmu...
karena kau selalu jauh dan tetap jauh.
Terlalu lama aku menunggumu,
dan tetap aku tak bisa menyentuhmu.
Kenangan itu tak kan terhapus,
karna kau kan tetap menjadi bunga tidurku.
Sudahi saja semua ini dari rona hatimu,
dalam batas-batas kerinduan.
Aku yang jauh tetap tersenyum menggoreskan parasmu
dalam syair-syairku,
Seperti halnya hatiku
yang kan tetap setia menunggu kabarmu disana...
Selasa, 28 Agustus 2007
Bercadar pada kebohongan...
Aku memujamu...
tapi aku tak bisa menjadi seperti inginmu,
Aku tahu kau sembunyikan satu hati dibelakngku,
tapi aku tak akan marah,
karna aku kan tetap seperti ini,
Jika kau putuskan semua karna yang lain,
aku rela dan pasti kurelakan,
tapi jangan kau bercadar pada kebohongan,
jujurlah dan ceritakan semuanya,
maka kan kulapangkan hatiku.
Jika dengannya kau bisa tersenyum lebih manis,
aku rela dan sungguh rela,
karna itu cukup menenangkanku.
Pergilah...
lepaskan tanganku...
dan cepat raih tangannya...
tapi aku tak bisa menjadi seperti inginmu,
Aku tahu kau sembunyikan satu hati dibelakngku,
tapi aku tak akan marah,
karna aku kan tetap seperti ini,
Jika kau putuskan semua karna yang lain,
aku rela dan pasti kurelakan,
tapi jangan kau bercadar pada kebohongan,
jujurlah dan ceritakan semuanya,
maka kan kulapangkan hatiku.
Jika dengannya kau bisa tersenyum lebih manis,
aku rela dan sungguh rela,
karna itu cukup menenangkanku.
Pergilah...
lepaskan tanganku...
dan cepat raih tangannya...
Senin, 27 Agustus 2007
Menunggu Senyummu.....
Hari ini....
aku mencarimu hingga lelah
Saat ini...
mataku menatap lepas membayangkanmu
adakah kau disini disampingku
mengukirkan kisah diantara kesepian
akankah kau disini mendewasakanku
membantuku melepaskan belenggu
yang melilit kencang
sudahkah butir bening
yang menetes dari mataku kau hapus
Malam ini...
lembar lusuh itu sudah kubuka untukmu
goreskanlah kata terindahmu untukku
lalu bakarlah diatas ukiran namaku
Aku akan tetap tersenyum
karna kau adalah jiwaku
Betapa aku tak berarti tanpamu
dan sungguh bahagiaku karnamu
Ditempat ini aku kan selalu
menunggu senyummu....
mengingat parasmu...
dan memimpikanmu dalam tidurku
Andaikan...
Diantara gelap,
yang sempurna mendampingi siang,
dimana keduanya menjadi bagian dari hari,
setetes embun berbaur pada waktu.
Sebuah cermin tua tersandar begitu apik,
menjawab semua tentang tanya.
Aku takut cermin itu retak,
dan aku tak mau ada yang terluka karnanya.
Andaikan aku bisa memilih,
aku tak mau menjadi rokok,
yang habis hanya untuk menyenangkan hati dalam kepalsuan,
tapi...
aku ingin...
menjadi sebuah lilin yang habis
karna menjadi penerang dalam kegelapan.
Dan andaikan aku bisa melihat Tuhan,
kan kuceritakan semua tentang hidup
lalu kan kutanyakan semua pertanyaan
yang selalu kuutarakan pada sang hati.
Tapi ketika sudah tak ada lagi yang bisa dipilih,
maka semua kan diakhiri dengan penyesalan...
Sabtu, 25 Agustus 2007
Bayanganku......
Mungkin hanya dalam diam
aku dapat mendengar candamu,
hanya dalam khayalan,
aku puas menikmati parasmu
dan mungkin hanya dalam mimpi
kau datang mengecupku.
aku tak mau bertanya kenapa,
karna terlalu banyak kenapa
yang tak ada jawaban didunia ini.
Beribu hari aku menunggumu,
menantimu datang memelukku
memegang erat tanganku,
tapi sampai akhir rasa ini
dan hingga hilang inginku
kau tak mampu kupastikan
semua yang tlah terlihat
tak tertatap kini.
hadirmu tak mampu kurasakan lagi
dan tetap sampai kini,
aku tak bisa menyentuhmu
tak kan dapat merasakan hangatmu
karna kau hanyalah bayanganku.
Jumat, 24 Agustus 2007
sedikit kejenuhanku....
semua hilang saat tangan ini rindu belaian waktu.
aku sendiri disudut ruangan
tanpa ada sosok matapun yang bertanya.
diantara sedikit kejenuhan apalagi
yang mampu kulakukan selain menulis.
satu kata menjadi kalimat,
dan kalimat terus menerus bercerita
tanpa taw sampai mana akhirnya.
aku mulai merindukannya,
mengingat tanpa taw dia dimana.
owh apa yang aku cari selama ini?
apa yang aku dapetin selama waktu melangkah cepat.
ada yang datang membawa bunga,
tapi bunga itu sedikit tak harum kucium.
aku tak begitu tertarik memetiknya,
apalagi berada dekat mencium aromanya.
hahhhh.....
sambil menulis kebosanan,
aku mengikuti sinetron kesukaanku,
ternyata aku udah ketinggalan ceritanya begitu lama.
tapi ya sudah, itu cukup mampu menyingkirkan
sedikit kejenuhanku....
Kamis, 23 Agustus 2007
Puncak keputusasaanku...
Malam ini aku tak tau apa yang harus kutulis,
Rasanya ingin kulepaskan semua ikatan itu.
Kini kurasakan langkahku tertatih menuju kehancuran.
Sepertinya ini puncak keputusasaanku...
ini puncak kebosananku...
Dulu kesabaranku laksana selimut hangat,
tapi hari ini ia menjadi bebanku...
Beban yang begitu berat
dan rasanya aku tak sanggup lagi mengangkatnya.
Dulu hatiku selalu mengajariku tentang hidup,
tapi hari ini aku bahkan tak mengenal diriku,
Aku terlalu larut dalam mimpi-mimpiku,
mimpi-mimpi bodoh
yang hanya permainkan keterbatasanku sbg seorang manusia.
Selama ini aku lupa kalau jalan itu kulalui dengan mata tertutup.
Sampai-sampai aku juga lupa
kalau sepanjang apapun jln itu pasti ada batasnya.
Batas dimana ditempat itu
kan menjadi peristirahatanku dari perjalanan yang bgt jauh,
dan tempat pelepasan dari kelelahan jiwaku selama ini...
Rabu, 22 Agustus 2007
Kemana sang mentari....?
Aku bersandar pada sebuah kursi kayu,
kupandangi sang langit,
yang seolah redup dengan tangisan.
Kemana sang mentari ?
sinarnya seakan tenggelam,
dalam keraguan yang tak berbatas.
Aku tergolek membayangkan asa dunia,
yang begitu rakus dan serakah.
Aku tak mau jalan kebingungan menjadi hidupku,
kuingin sang mentari bersinar tegas,
tunjukkan pada semua kesombongan,
bahwa sinarmu itu hidup,
teriakkan pada semua kejaiman,
bahwa kesejatian itu tak bersyarat.
Seribu pecahan kecemasan,
kan terhempas dalam ketulusan,
karna ketulusan dan cinta tak pernah menuntut.
Hanya cukup dengan senyum,
semua beban diri dapat terbuai tanpa sisa,
cukup sekali...
dan itu tak sulit...
jangan!!!
jangan pernah berteriak lelah pada kebosanan,
karna teriakan itu tak kan pernah bergema dlm ruangnya,,,!!
jangan pernah buang waktumu pada rasa itu
jika kau masi ingin tersenyum bersamanya,..!!!
hatimu juga selalu bertutur diantara kebingungan langkah,
maka jangan pernah sanggup untuk mengkhianatinya,.!!!
yang berbayang dalam asa memang begitu indah,
tapi jangan terus terpaku padanya,
jika langkahmu ingin terus kau ceriakan...!!!
buang jauh semua yang tak berguna dan tak pernah kau gunakan,
agar tak ada lagi kesia-siaan...!!!
bertahanlah,..
karena waktumu masi bgt sangat panjang
untuk menemaninya berbagi...!!
Senin, 20 Agustus 2007
Desah kegundahan
Aku terjebak dalam sebuah rasa,
yang aku sendiri tak pernah memahaminya.
Ketika aku lupa akan arti diriku bagi mereka,
hati ini teriris menangis menahan rasa bersalah...
saat jiwa ini didewasakan oleh rasa,aku ingin semuanya kembali,
andai...
kata yang keluar bisa dibakar dalam sebuah perapian waktu
kan kusulutkan api maafku,
tapi...
keegoisan tlah merenggut niatku itu,
aku hanya bisa diam, dalam desah kegundahan,
yang tak pernah bisa kuhela,
aku tertunduk,
ketika aku tahu itu menyakitkan...
tapi biarlah sang waktu yang menikmati semua ini.
yang aku sendiri tak pernah memahaminya.
Ketika aku lupa akan arti diriku bagi mereka,
hati ini teriris menangis menahan rasa bersalah...
saat jiwa ini didewasakan oleh rasa,aku ingin semuanya kembali,
andai...
kata yang keluar bisa dibakar dalam sebuah perapian waktu
kan kusulutkan api maafku,
tapi...
keegoisan tlah merenggut niatku itu,
aku hanya bisa diam, dalam desah kegundahan,
yang tak pernah bisa kuhela,
aku tertunduk,
ketika aku tahu itu menyakitkan...
tapi biarlah sang waktu yang menikmati semua ini.
Minggu, 19 Agustus 2007
Labuhkan perih hatimu,,,
Dengarlah dengar,,,
bisikan rasa pada ragamu dalam khayalku.
Hanya nafasmu yang kudengar lirih.
Kau buka rahasia tidurmu dalam mimpi bicara.
Malam sematkan rahasianya,
ternyata kau bercinta dibelakangku.
Maka,,,
menepilah cinta saat tak ingin kudekati.
Jangan kau ratapi semua,,
keringkan air matamu,,,
dan labuhkan perih hatimu,,,
Sudah,,,
Cukup kawan,,,,
jangan kau tangisi lagi hidupmu,
kuatkan langkah kakimu
untuk mengejar asamu.
Memang tak kan semudah bicara
dan tak kan semudah kuberkata.
Dan kini kuingin tidurmu tersenyum.
mungkin uluran tanganku ini
tak kan pernah menutupi hancurnya hatimu.
Saat ia meninggalkan dirimu,
dan hanya jejak khayal yang ditinggalkan.
Namun,,
yakinlah kawan,,,
bahwa esok hari semua kan berganti lebih baik,,,
Sabtu, 18 Agustus 2007
Poros kekesalan
Aku tahu,,,
hidup ini slalu berputar bgt teratur,
dan aku paham,,,
pijakanku tak akan pernah sama,,,
tapi,,,
hari ini kesabaranku lenyap entah kemana,,,
sepertinya,,,
hidupku berputar berbalik arah,,
dan aku,,,
berada pada poros kekesalan.
Ketika aku diam,,
dalam sebuah kesendirian.
semua menghujatku bisu dlm kemunafikan.
dengarlah tangisan ini,,,
yang terberai,,
karna semua tlah pergi tinggalkan kerinduan.
dan,,,
tataplah mata ini,,
yang seolah tertutup
menyambut kegilaan seorang anak manusia,
dalam sebuah syair kegalauan,
yang dikirim dalam kata ini,,,,
Biarkan dirimu tetap begitu,,,
Hanya karna sebait kata kau menangis,
dan,,,,
hanya sebuah perasaan membuatmu terisak.
Harusnya kau tegar dan tersenyum,
karna tenggelam dalam arus kesedihan
tak kan menghapus kegalauannmu.
aku tak mau melihat air mata itu menetes,
dan biarkan dirimu tetap begitu.
Berbaringlah cepat,
karna malam kan segera menjemput pagi,
Ayo terlelaplah dalam rasa itu,
dengan sebait syair
yang kutitipkan bersama angin.
Selamat tidur,,,
tamatkan keterjagaanmu,
dan,,,
cepat raih khayalmu,
dalam senyum yang termimpi...
Kamis, 16 Agustus 2007
Bukan begitu....
Inilah yang tak pernah aku sukai
Kau yang sangat aku hargai
ternyata juga munafik.
Kamu seolah lupa bagaimana
caranya menghargai
Segalanya tak pernah disyukuri.
Kadang ada keegoisan
yang begitu dalam dimatamu,
Aku tahu kesempurnaan
hanya milik Tuhan.
Tapi bukan berarti
tak ada rasa bersalah
diantara langkahmu.
Mungkin sekarang,
senyum dan tawa itu milikmu,
Tapi jangan lupa jika
masi ada sang adil yang kan datang.
Kenapa kau tak pernah
belajar menjadi mereka?
Semua yang ada tak mampu kau jaga,
Kau kira dunia ini milikmu
yang bisa kau atur semaumu
Bukan...bukan begitu,
Masi ada Sang Agung
pemilik semuanya,
Bahkan nafasmupun ada karnanya.
Selasa, 14 Agustus 2007
aku kagum
Jari itu begitu menawan memetik dawai gitarnya,
aku kagum......
dawai itu bernyanyi bersama tarian lentik jemarinya,
dan aku tertegun...
ketika nadanya berbisik mesra ditelingaku.
petikannya sungguh memelukku erat dan hangat,
memanjakan imajinasiku dengan senyuman nan menawan.
sepertinya aku ingin tertidur saja,
menikmati cerita-cerita lewat kembang nada harumnya.
satu rasa tlah tercipta bersama kekagumanku yang semu,
dan aku terlarut begitu jauh seakan waktu terhenti diam.
ini penawar lelahku serta semua kebosananku hari ini.
sakit dibadanku yang mengganggu seakan takut mendengarnya,
begitu juga si kantuk yang tlah berusaha keras memikat mataku.
smuanya tak penting lagi,
karna jiwaku tlah terbang jauh bersama nada-nada merdunya.
aku seakan berdiri diantara keindahan tak terbatas,
dimana rasanya tak mampu kugoreskan disini,
apalagi berbagi cerita bersama waktu.
Sabtu, 11 Agustus 2007
tak mau peduli
aku berteriak dalam kebingungan,
tp semuanya bungkam dengan kebisuan tanpa asal...
walau letih,aku tetap menjadikan malam
sebagai ibu yang kan menidurkanku dalam dekap hangatnya..
disini aku mencoba tuk bermimpi lagi,..
meredam yang tak mampu tergapai dengan khayalan..
betapa indah mimpi itu,..
menjanjikan dunia baru laksana surga bagi penikmatnya.,,
biarkan saja mereka berceloteh semaunya disana,..
aku tak perduli...
karna kata2 mereka hanyalah ambisi dan kemunafikan...
biarkan saja sampai mereka bosan sendiri,,..
karna aku tak mau peduli..
Senin, 06 Agustus 2007
Coretan seragam putih abu ...

Membelai lembut dalam kepedihan.
Menghapus air mata
dengan coretan -coretan pada seragam putihmu.
Mencoba tuk terus tegar,
walau airmata ingin menetes.
Memang kita hanya teman,
bukan sahabat
karna diantara kita masih banyak rahasia dan kemunafikan.
Tapi sebelum kau melupakannya lebih jauh,
coba pejamkan matamu...
Ingatlah apa yang tlah kau lakukan bersama...
ingatlah saat kau berbagi tawa dan canda...
Sadarkah kau bahwa tlah banyak kisah yang kalian ukir...
Kadang teman memang tak berarti...
kadang mereka hanya figuran dalam kisah kita...
saat kita bersama mereka, kita tak peduli
kita tak hiraukan mereka...
kita rajakan kegoisan...
Tapi ketika mereka pergi,
ketika kita tak bersama lagi,
kau kan rindukan kehadiran mereka,
hati dan ragamu kan merasa begitu kehilangan,
maka hanya kenangan yang kan terbayang,
dan hanya coretan serangam putihmu yang tertinggal...
MG-01

MG-01 tlah turun dari langit kebingungan
tapi hatinya melangkah jauh bersama keegoisan
Lidah tak bertulang seakan menari indah
menghiasi ucapan bibir
yang hanya akan menjadi wacana belaka
Usurnya umur 13 remaja rapuh
tak juga mampu merangkul hati dalam keakraban
Betapa indah rasanya jika diantara kita
hanya ada satu kata kejujuran
walau raga tak mampu bertemu dalam nyata
semua tetap terlelap dengan lusuhnya arti teman
dan tak juga terbangun dengan kicauan kebersamaan
semoga MG-01 tak hanya hidup sebatas nama
tapi hatinya melangkah jauh bersama keegoisan
Lidah tak bertulang seakan menari indah
menghiasi ucapan bibir
yang hanya akan menjadi wacana belaka
Usurnya umur 13 remaja rapuh
tak juga mampu merangkul hati dalam keakraban
Betapa indah rasanya jika diantara kita
hanya ada satu kata kejujuran
walau raga tak mampu bertemu dalam nyata
semua tetap terlelap dengan lusuhnya arti teman
dan tak juga terbangun dengan kicauan kebersamaan
semoga MG-01 tak hanya hidup sebatas nama
Langganan:
Postingan (Atom)
